Langsung ke konten utama

Postingan

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...
Postingan terbaru

SEKOLAH BOARDING [BUKANLAH] PENJARA SUCI, SEKOLAH BOARDING ADALAH BENGKEL SUCI

Beredar luas celetukan tentang sekolah boarding atau pesantren yang seringkali disebut oleh sebagian santri sebagai sebuah 'penjara suci'. Definisi penjara sendiri merupakan tempat untuk menahan seseorang secara paksa dan lepas dari kebebasan apapun di bawah otoritas negara. Namun bedanya dengan sekolah boarding , otoritas di bawah kebijakan pengelola pendidikan. Ditambahkan dengan kata 'suci' menunjukkan bahwa tempat tersebut bersih dalam arti keagamaan yang didalamnya berisikan pendidikan ilmu agama.  Santri mengibaratkan dirinya sebagai tahanan yang dipaksa untuk tinggal dan melakukan aktivitas yang sudah terjadwalkan. Kebebasannya sangat terbatas dan dipenuhi dengan banyak tuntutan dan aturan sehingga memunculkan stereotipe tersendiri bagi mereka. Munculnya stigma tersebut karena adanya dorongan prasangka, pemikiran, perilaku atau tindakan yang dialami sebagai ungkapan ekspresi. Stigma ini menyebabkan pengucilan bagi individu ataupun kelompok yang dampaknya bagi mer...

Sakaw On Tablet

Pembelajaran dengan menggunakan gadget di sekolah bukanlah hal yang baru apalagi asing bagi dunia pendidikan.  Beberapa sekolah sudah menerapkan dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama di masa pandemi untuk sekolah berasrama atau boarding menjadi hal baru dalam hal regulasi penggunaan gadget . Hal ini menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi siswa. Karena mereka tidak lagi tertinggal dalam hal informasi dan dapat mengakses informasi secara leluasa serta tidak merasa lagi dalam 'penjara suci' bagi sekolah boarding atau pesantren. Bagi guru hal ini menjadi masalah baru dengan beredarnya tablet di sekolah maupun di asrama. Mengapa? Karena siswa menjadi tidak fokus dalam belajar dan sulit dikendalikan. Kolaborasi pembelajaran dengan metode asinkron dan hybrid learning digunakan sebagai solusi atas terbatasnya jarak di masa pandemi ini. Namun, pada prakteknya seringkali penggunaan tablet di sekolah pada waktu istirahat maupun sedang berlangsung...

Insecure, Mentalitas Budaya Kekinian

     Insecure , kata yang populer di era generasi Z saat ini. Kehadirannya menjadi trending topic saat kemajuan teknologi semakin berkembang dengan ditandai munculnya dalam platform media social seperti TikTok, youtube , facebook, instagram dan twitter . Bahkan menjadi tema menarik dalam pembahasan psikologi di kalangan anak muda. Hal ini dipicu pula karena adanya pengaruh media yang mengakibatkan anak muda saat ini merasa dirinya tidak percaya diri, cemas bahkan merasa tidak aman. Sehingga cenderung etnosentris, membanding-bandingkan pencapaian atau keberhasilan dirinya dengan orang lain ataupun kelompok yang terlihat berbeda dengan dirinya.      Adanya pengaruh dari framing media yang membuat standar ideal dalam kehidupan manusia menjadi pemicu dalam kehidupan sehari-hari. Framing didefinisikan sebagai proses membuat suatu pesan lebih menonjol, menempatkan informasi lebih daripada yang lain sehingga khalayak publik lebih tertuju p...

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Makna Simbolik Dibalik Dramaturgi Polisi Lalu Lintas di Jalanan

Makna Simbolik Dibalik Dramaturgi Polisi Lalu Lintas di Jalanan (Studi Kasus Razia Kendaraan Bermotor) Oleh: Ima Nirwana Wati [1] Abstrak             Penulisan ini berusaha memaparkan tentang tugas dan peran Polantas (polisi lalu lintas) dalam melakukan razia berkendaraan bermotor. Serta mengungkap dibalik makna simbolik yang dilakukan polisi dalam berinteraksi terhadap pengendara bermotor yang terkena razia. Hal ini juga berkaitan dengan dramaturgi yang dilakukan oleh Polantas dalam melakukan aksinya. Sehingga kita dapat mengetahui tugas dan peran polantas dengan baik sesuai dengan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, penulis mencoba melakukan studi kasus terhadap razia kendaraan bermotor yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi. Kata Kunci: Polantas, Makna Simbolik, Dramaturgi, Razia Pengantar Kepolisian Negara Republik merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban ...

Analisis Kurikulum 2013

KURIKULUM 2013 oleh: Ima Nirwana Konten Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 lahir dilandasi dengan berbagai fenomena di masyarakat. Diantaranya, kemajuan teknologi informasi, masalah globalisasi, merosotnya moral dikalangan pelajar seperti perkelahian pelajar, narkoba, kecurangan dalam ujian, dan pandangan masyarakat yang menganggap pendidikan menitikberatkan aspek kognitif serta beban siswa dalam menerima pelajaran pun terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran. Selain itu juga, kurangnya muatan pendidikan karakter siswa juga menjadi faktor utama munculnya kurikulum 2013. Dokumen Kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, pada tanggal 29 Nopember 2012 dalam bentuk power point pdf yang terdiri dari 99 halaman ditambah 2 halaman Kata Pengantar khusus yang dikeluarkan oleh Kapusbuk Kemendikbud. Mengacu pada permendiknas tentang No. 22/2006 Standar Isi, Permendiknas tentang No. 23/2006 Standar Kompetensi Lulusan, Permendiknas tentang 20/200 Standar Penilaian Pen...