Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Aku dan Aksi

Revolusi bukanlah sesuatu yang dikarang dalam otak. (Massa Aksi, Tan Malaka) Aku berjalan menelusuri aspal debu jalanan bersama dengan mahasiswa lainnya. Bersorak-sorak menuntut keadilan. Berteriak, “Hidup Mahasiswa!!!” dan menyanyikan lagu “Darah Juang” dengan semangat menggelora. Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh tepat tanggal 20 Mei 2013 kemarin, memberikan sebuah satu momentum yang menggerakkan mahasiswa untuk melakukan suatu kontrol sosial kepada sistem pemerintahan yang berkuasa. Perjalanan dari Bundaran HI ke gedung KPK tidak memudarkan semangat kami. Meski terik matahari menguras tenaga, namun tekad dan tujuan kami terus tegak berdiri dan mengalahkan panasnya Ibukota. Edward Said mengatakan bahwa intelektual adalah pencipta sebuah bahasa kebenaran kepada penguasa, menjalankan kebenaran itu dan senantiasa bersifat oposisi terhadap penguasa dan tidak akomodatif. Jadi, mahasiswa sebagai kaum yang katanya intelektual, haruslah mengatakan yang benar dan bersikap op...

Huhf Cape deh.....

Huhff.... Cape dehhh.......... Hari ini, hari terakhir Ujian Blok ke-2 Semester Pertama. Aku berangkat ke sekolah terburu-buru. Aku tak sempat untuk sarapan pagi. Perutku kosong. Semua pelajaran yang tadi malam aku pelajari, hilang begitu saja. Akhirnya sebelum ujian dimulai, aku menyempatkan diri membaca buku untuk mengingat kembali pelajaran yang tadi malam kupelajari. Kepalaku pusing sekali rasanya. Ditambah lagi, hatiku rasanya deg-degan sekali ketika mendengar isu bahwa pengawas hari ini di ruanganku adalah Pak Iwan. Pak Iwan adalah guru yang tegas dan tidak suka melihat muridnya menyontek. Itu menurutku. Aku bukannya takut pada Pak Iwan, karena takut tidak bisa menyontek. Tapi, entah tahu mengapa, ujian blok 1 kemarin, semuanya menjadi nge-blank dan remedial, ketika Pak Iwan yang mengawas. Padahal ujian tersebut soalnya lumayan mudah bagiku. Mungkin aku terlalu semangat sehingga tidak teliti dalam mengerjakan soal.. Padahal kan Pak Iwan baik dan beliau juga tetanggaku. Rum...