Beredar luas celetukan tentang sekolah boarding atau pesantren yang seringkali disebut oleh sebagian santri sebagai sebuah 'penjara suci'. Definisi penjara sendiri merupakan tempat untuk menahan seseorang secara paksa dan lepas dari kebebasan apapun di bawah otoritas negara. Namun bedanya dengan sekolah boarding, otoritas di bawah kebijakan pengelola pendidikan. Ditambahkan dengan kata 'suci' menunjukkan bahwa tempat tersebut bersih dalam arti keagamaan yang didalamnya berisikan pendidikan ilmu agama.
Santri mengibaratkan dirinya sebagai tahanan yang dipaksa untuk tinggal dan melakukan aktivitas yang sudah terjadwalkan. Kebebasannya sangat terbatas dan dipenuhi dengan banyak tuntutan dan aturan sehingga memunculkan stereotipe tersendiri bagi mereka. Munculnya stigma tersebut karena adanya dorongan prasangka, pemikiran, perilaku atau tindakan yang dialami sebagai ungkapan ekspresi. Stigma ini menyebabkan pengucilan bagi individu ataupun kelompok yang dampaknya bagi mereka merasa terhalangi perhatiannya dalam berinteraksi sosial di masyarakat, sehingga muncul stereotipe sebagai pandangan dan penilaian individu maupun kelompok bahwa sekolah boarding adalah penjara suci.
Mungkin terkesan penjara suci adalah hal yang tak menyenangkan untuk sebagian orang. Bahkan dalam rapat pertemuan orang tua, saya sebagai wali kelas pernah mendengarkan keluh kesah orang tua santri yang menyebutkan anaknya sendiri memberikan stereotipe sekolah boarding adalah penjara suci. Nampaknya stereotipe ini sudah memiliki nilai mendarah daging di masyarakat sehingga bukanlah hal yang asing untuk didengar. Nilai ini telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga seseorang menjalankannya tanpa melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi. Dampaknya santri akan merasa tidak betah, mudah bosan, stress dan kurang merasa bahagia menjalankan aktivitanya di sekolah boarding. Perlu adanya istilah baru untuk menggantikan stereotipe ini yang terkesan negatif tersebut menurut salah satu orang tua santri.
Berbeda stereotipe sekolah boarding pada umumnya, bagi saya pribadi sekolah boarding merupakan bengkel suci. Mengapa? Karena bengkel adalah tempat di mana seseorang mekanik (dalam hal ini saya sebagai guru) melakukan jasa perbaikan dan perawatan kendaraan (objeknya santri). Jika diibaratkan dalam hal dunia pendidikan, bengkel menjadi tempat perawatan, perbaikan, penggantian dan pembaharuan diri secara intelektual, spiritual dan juga emosional yang lebih baik. Tentunya dengan menggunakan kompenen peralatannya yaitu visi misi sekolah boarding yang nantinya akan menghasilkan santri yang sesuai dengan harapan agama, bangsa dan negara. Berbeda dengan penjara, bengkel lebih terdengar lebih baik. Santri akan diberikan service sesuai dengan kebutuhannya dengan menggunakan buku petunjuk service yang dimiliki sebagai pedoman.
Bagi santri yang menganggap sekolah boarding adalah penjara suci, mungkin memang karena kehadirannya dipaksakan oleh keadaan. Biasanya mereka berada di sekolah boarding atas kehendak dan kemauan orang tua. Namun, akan berbeda dengan santri yang memang minat untuk belajar di sekolah boarding. Mereka termotivasi untuk memperdalam ilmu agama sebagai pondasi keimanan yang kuat dan mendapatkan lingkungan yang baik dan kondusif, sehingga bagi mereka sekolah boarding adalah bengkel suci.
Semoga harapannya kita (para guru) bisa memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi santri dan dapat menciptakan suasana yang menenangkan sehingga santri betah dan tidak lagi menganggap sekolah boarding sebagai penjara suci. Melainkan sekolah boarding adalah bengkel suci ataupun rumah kedua bagi mereka belajar dan berjuang dalam menghadapi sirkuit masyarakat nantinya. Selain itu juga menjadi PR bersama untuk para guru agar bisa meningkatkan minat santri untuk betah di sekolah boarding. Selain itu, para orang tua juga memiliki peran andil dalam persiapan anak-anaknya sebelum memasukkannya ke sekolah boarding. Diawali dengan mengkondisikan dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya agar mempersiapkan dirinya untuk dimodifikasi (dalam hal ini belajar) menjadi sosok yang dirindukan bagi semua orang di dunia dengan kebermanfaatannya dan akhirat kelak sebagai penghuni surgaNya Allah SWT. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar