Langsung ke konten utama

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR



BILA WAKTU TELAH BERAKHIR

bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu
bagaimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu
dunia dipenuhi dengan hiasan
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya
bila waktu tlah memenggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi

Ibarat awan mendung seketika, lalu turun rintik-rintik hujan kecil dan lama-kelamaan hujan pun mengalir dengan deras membasahi isi bumi... Mungkin, itulah gambarannya keadaanku ketika mendengarkan lagu ini... Entah mengapa, hati ini ingin rasanya menangis... tiba-tiba mengeluarkan air mata tanpa sengaja... membasahi pipiku... Aku teringat akan kematian.. Apakah aku sudah siap? Siap ketika kematian itu datang? Apa yang akan kubawa ketika Malaikat Izroil menjemputku? Siapa yang akan menemaniku di alam kubur nanti? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kerap kali datang menghantuiku ketika aku sendiri termenung dalam kesunyian ditambah lagi mendengarkan lagu ini...
Hati ini sedih sekali rasanya... Takut akan kematian... Takut kepada Allah... Takut Siksaan-Nya... Takut ketika ditanyai oleh Malaikat Munkar dan Nakir, apakah aku akan bisa menjawab pertanyaan mereka???
Yang aku bisa hanyalah menangis, menangis dan memohon ampunan Allah... Sekiranya aku ingin sekali meninggal dalam keadaan khusnul khotimah... Harapanku, aku ingin meninggal dalam keadaan sholat ketika sujud... Betapa indahnya... Subhanallah...
Tapi, ketika aku teringat dosa-dosaku... Air mata ini semakin deras, ibarat aliran sungai... Apakah aku pantas masuk surga-Nya? sedangkan terkadang aku melalaikan perintah Allah... Aku seringkali menunda waktu sholatku... terkadang aku membantah orang tuaku, mencubit adikku, iseng pada teman, guru, dll sehingga membuat mereka jengkel...
"Ya Allah, jika aku diberi kesempatan, aku ingin merubahnya... merubah segala sifat dan sikapku yang telah melalaikan perintah-Mu.. Aku ingin menjadi orang-orang yang senantiasa dikasihi oleh-Mu, orang yang selalu dalam jalan-Mu..."
Hanya ada 3 hal yang tidak pernah terpisah dengan manusia dalam peristiwa kematian, sebagaimana dinyatakan dalam hadist Nabi Muhammad SAW :
"Jika anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka akan terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali 3 perkara, yaitu shodaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya..."
Yang dapat menghindarkan dari Adzab kubur ;
  1. Amal kebaikan yang dilakukan kepada orang tua, dapat menghalangi dari malaikat maut.
  2. Berwudhu dapat menyelamatkan dari adzab.
  3. Dzikrullah yang pernah dilakukan dapat menyelamatkan dari kepungan setan.
  4. Sholat dapat menyelamatkan dari tangan pemberi siksaan.
  5. Puasa dapat menyelamatkan dari kehausan kubur.
  6. Mandi janabah dapat membuat kita dalam berada kedekatan Nabi.
  7. Haji dan Umrah dapat menyelamatkan dari kegelapan.
  8. Silaturahmi dapat membuat kita berbicara dengan orang beriman.
  9. Sedekah dapat menyelamatkan dari siraman api ke wajah.
  10. Amar ma'ruf, Nahi Munkar melindungi dari malaikat Zabaniyah.
  11. Kebaikan Akhlaq dapat membawa kita menghadap Allah.
  12. Ketakwaan dapat membuat kita menerima buku disebelah kanan.
  13. Rasa takut kepada Allah menyelamatkan dari tepi neraka jahanam.
  14. Air mata yang pernah keluar dari rasa takutnya terhadap Allah menyelamatkan dari neraka.
  15. Prasangka baik dapat menyelamatkan dari goyangan jembatan shirathal mustakim.
  16. Shalawat Nabi dapat membantu menyeberangi jembatan shirathal mustakim.
  17. Syahadat dapat membuka pintu surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...