Langsung ke konten utama

Apa yang kamu pikirkan?


Apa yang kamu pikirkan?

Kalimat itulah yang kerap kali aku lihat di facebook. Terkadang kita menulis status pada facebook dengan kalimat yang indah bahkan kalimat yang tidak bagus. Ketika kita emosi, pasti yang pertama kali kita buka adalah facebook. Luapan emosi dan kekesalan kita, dicurahkan. Hingga terkadang sebagian orang lainnya akan merasa tersindir. Akhirnya timbulah perpecahan.

Sebenarnya facebook itu adalah situs jejaring sosial yang bermanfaat. Karena lewat facebook kita bisa bertemu dengan teman-teman, saudara, guru, dll. Hal itu akan memudahkan kita berkomunikasi dengan mereka. Tapi, terkadang facebook disalah artikan oleh kebanyakan orang. Dijadikan sebagai grup penindasan, intimidasi, dll deh...

So, cobalah mulai sekarang tulislah statusmu di facebook dengan kalimat yang indah, baik, bagus dan sangat menyenangkan. Yang membuat orang lain membacanya tersenyum, terkesan, menyukai, mengagumi, bahkan bisa membuat orang lain termotivasi. Karena dengan begitu, kamu telah memberikan yang terbaik pada orang lain dan dirimu juga bermanfaat tuk orang banyak.

Sekali lagi, janganlah kamu sia-siakan hidupmu dengan hal yang tidak berguna. Apalagi membuat bodoh dirimu sendiri dengan dipublikasikan. Sesungguhnya apa yang kamu kerjakan di dunia ini, akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Suatu saat nanti...

Buatlah dirimu menjadi manusia yang terbaik dihadapan semua orang dan tentunya dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...