Langsung ke konten utama

Ketika Allah telah Memilihmu Untukku


Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku
Ingin ku beri tahu padamu
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia
Orang tua yg begitu sempurna
Dengan cinta yg begitu membuncah
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga
Maka, padamu ku katakan
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah
Padamu yang Allah pilihkan untukku
Ketahuilah,
aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna,
seperti yang mungkin kau harapkan
Maka,
ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu,
Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu,
Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’
Padamu yg Allah pilihkan untukku
Ketahuilah,
sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu,
Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya
Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita
Itulah visi pernikahan kita
Ibadah pada-Nya ta’ala
Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku
Ingatlah
Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah
Maka, ketahuilah
Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan
Namun jangan kau coba meluruskanku,
karena aku akan patah
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja,
karena akan selamanya aku salah
Namun tatap mataku,
tersenyumlah....
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah
Niscaya,
kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu...
Maka ketika itu,
kau kembali memiliki hatiku
Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku
Ketahuilah,
ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah,
akan ku penuhi semua perintahmu...
Maka kalau kau berkenan ku meminta
Jadilah hunian yg indah,
yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..
Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad...
Yang darahnya mengalir darah syuhada...
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah,
kau mampu membentuk mereka...
Dengan hatimu yg penuh cinta,
kau mampu merengkuh hati mereka
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu...
Padamu yang Allah pilih sebagai imamku
Ku memohon padamu...
Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku...
Amien Yaa Robbiel 'Alamien,,,,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...