Langsung ke konten utama

Metamorfosis



Mungkin saat ini, aku masih seekor ulat yg menjijikan. Ulat yang merusak dan bahkan tak berguna. Banyak yang menertawai keadaanku. Mengejek dan menghina. Banyak yang tak suka denganku. Melihatku saja, rasanya jijik dan menggelikan alias merinding. Aku hidup seolah tak ada gunanya di dunia ini. Mungkin banyak hewan lain pun yang mendo'akkanku agar aku cepat lenyap di muka bumi ini. Sungguh malangnya nasibku... Oh.. Dunia.. Kau tak adil padaku. Mengapa aku selalu menjadi bahan ejekan? Mengapa tak ada yang mau berteman denganku? Mengapa semua menjauhiku? Mengapa?? 




Aku hanya bisa berdo'a dan berusaha untuk melakukan suatu perubahan. Sabar dan tawakal. Terdiam dan terbungkus. Aku rela berpuasa. Aku sanggup berdiam diri. Melakukan perenungan dan intropeksi. Menghentikan semua aktifitasku. Akhirnya, ku temukan jawabannya dengan penuh banyak harapan dan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Aku pun menjadi sebuah kepongpong.

Aku pun bermetamorfosis.....




Lalu pada suatu hari, kulitku tiba-tiba mengelupas. Aku bingung. Aku takut. Tapi aku tetap berusaha untuk berpikir positif. Karena aku yakin, innallaha ma'ashobiriin. Allah slalu bersama orang-orang yang bersabar. Tiba-tiba entah darimana asalnya, aku merasakan hal yang berbeda. Dibagian belakang punggungku seperti menggerak-gerakkan sesuatu. Ketika aku mencoba memastikannya, sesuatu itu pun semakin mengembang dan melebar. Subhanallah, aku memiliki sayap yang indah. Aku berubah. Aku memiliki penampilan yang sangat luarbiasa. Setelah menjadi ulat, aku menjadi kepongpong lalu berubah menjadi kupu-kupu cantik :)
Subhanallah yaaa :)
Keep Istiqomah \\(^_^)//

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...