Mungkin saat ini, aku masih seekor ulat yg menjijikan. Ulat yang merusak dan bahkan tak berguna. Banyak yang menertawai keadaanku. Mengejek dan menghina. Banyak yang tak suka denganku. Melihatku saja, rasanya jijik dan menggelikan alias merinding. Aku hidup seolah tak ada gunanya di dunia ini. Mungkin banyak hewan lain pun yang mendo'akkanku agar aku cepat lenyap di muka bumi ini. Sungguh malangnya nasibku... Oh.. Dunia.. Kau tak adil padaku. Mengapa aku selalu menjadi bahan ejekan? Mengapa tak ada yang mau berteman denganku? Mengapa semua menjauhiku? Mengapa??
Aku hanya bisa berdo'a dan berusaha untuk melakukan suatu perubahan. Sabar dan tawakal. Terdiam dan terbungkus. Aku rela berpuasa. Aku sanggup berdiam diri. Melakukan perenungan dan intropeksi. Menghentikan semua aktifitasku. Akhirnya, ku temukan jawabannya dengan penuh banyak harapan dan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Aku pun menjadi sebuah kepongpong.
Aku pun bermetamorfosis.....
Lalu pada suatu hari, kulitku tiba-tiba mengelupas. Aku bingung. Aku takut. Tapi aku tetap berusaha untuk berpikir positif. Karena aku yakin, innallaha ma'ashobiriin. Allah slalu bersama orang-orang yang bersabar. Tiba-tiba entah darimana asalnya, aku merasakan hal yang berbeda. Dibagian belakang punggungku seperti menggerak-gerakkan sesuatu. Ketika aku mencoba memastikannya, sesuatu itu pun semakin mengembang dan melebar. Subhanallah, aku memiliki sayap yang indah. Aku berubah. Aku memiliki penampilan yang sangat luarbiasa. Setelah menjadi ulat, aku menjadi kepongpong lalu berubah menjadi kupu-kupu cantik :)
Subhanallah yaaa :)
Keep Istiqomah \\(^_^)//




Komentar
Posting Komentar