Langsung ke konten utama

Wahai Masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar

Alienasi (keterasingan diri) bukan hanya berarti bahwa manusia tidak mengalami dirinya sebagai pelaku ketika ia menguasai dunianya (realitas/alam/benda), tetapi juga ia asing dalam dirinya sebagai manusia dan manusia lain.

Mimpi itu terkadang seperti nyata, bahkan kenyataan itu sendiri terkadang seperti mimpi. Mengapa hal itu terjadi? Karena disaat itu kita mengeluh akan kelemahan-kelemahan kita dan banyak berkhayal sehingga berkata, "Seandainya...." Hal itulah yang membuat kita lemah. Ketika kita lemah dan tak betenaga, di situlah kita akan menyebarkan kelemahan. Namun ketika kita kuat dan tegar. Itulah yang menguatkan kita :)

Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu mengubahnya sendiri. (Ar-rad : 11). 

Dalam menyelesaikan sebuah masalah, kita tak sendirian. Kita tidak boleh putus asa. Kita harus yakin dan taat, karena setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Hikmah tersendiri yang terkandung. Allah pun akan menuntun kita dan memberikan solusi yang terbaik untuk kita ketika kita curhat pada-Nya.

Allah itu dekat sekali dengan kita. Tapi kita tak pernah peka terhadap itu. Kita hanya memikirkan hal duniawi saja tanpa memikirkan dunia akhirat yang sedang menanti kita di sana.

Allah mengetahui apa yang kita butuhkan, BUKAN apa yang kita inginkan!

Yang membuat kita lelah hati adalah ketika kita hanya mengurusi masalah kita sendiri. Hanya diam dan terpuruk. Tidak bangkit dan bergerak.

Katakanlah, "Wahai Masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar..."

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfaal 8:46)

SemangKA (Semangat Karena Allah) \\(^_^)//
ayoo kita bangkit, bergerak, berpindah dan lakukan perubahan........
Jangan berdiam diri dan bergalau ria, saatnya bermuhasabah diri.............
Berikhtiar, bersabar dan istiqomah.... ^_^


"Jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu..."


yuuukkk, kita sholat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...