(gambar diambil di google.com)
“Tujuan
pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta
memperhalus perasaan”
-Tan
Malaka
Indonesia negaraku, Indonesia bangsaku.
Tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Keberagamannya menciptakan kekayaan dan
kekuatan bagi Indonesia. Keberagaman itu yang menciptakan sebuah harta karun
yang kemudian muncullah sebuah teka teki yang harus dipecahkan/ditemukan. Lalu
muncullah sebuah ‘petunjuk’ yang menunjukkan suatu harta karun yang merujuk
pada integritas bagi bangsa Indonesia.
Integritas merupakan sebuah karakter
bangsa yang seharusnya telah tertanamkan di dalam diri rakyat Indonesia. Namun
pada kenyataannya masih saja banyak terjadi kasus penyimpangan sosial. Seperti
isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Contohnya seperti kasus tawuran
pelajar yang menyebabkan generasi bangsa tersebut terpecah dan saling
menjatuhkan satu sama lain. Hal tersebut yang kemudian menjadi sebuah tamparan
besar bagi Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan.
Salah satu alat pembangunan bangsa adalah pendidikan.
Pendidikan memiliki peranan yang besar dan penting dalam terwujudnya
kesejahteraan umum bagi suatu negara. Dilihat dalam pembukaan UUD 1945, salah
satu tujuan negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga dianggap sebagai alternatif yang bersifat
preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik.
Sebagai alternatif yang bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat
mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat
memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter
bangsa. Hasil dari pendidikan pun akan terlihat dampaknya dalam waktu yang
tidak cepat, karena dibutuhkannya proses.
Tetapi pendidikan pun memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di
masyarakat.
Pada hakekatnya manusia memiliki
kecerdasan intelektual, namun terkadang seseorang lebih banyak menggunakan
kecerdasan emosionalnya. Sehingga seringkali terjadi kasus penyimpangan sosial.
Untuk itu perlu adanya kecerdasan spiritual untuk menyeimbangkan keduanya. Ketika
seseorang cerdas secara intelektual, maka ia juga harus cerdas secara emosional
serta spiritual. Karena dengan begitu seimbanglah keseimbangan
kemampuan akal (kognitif) dan kemampuan rasa (afeksi), dan psikomotor. Karena
manusia tidak hanya memiliki otak tetapi juga mempunyai emosi dan keterampilan,
baik keterampilan berkomunikasi maupun keterampilan fisik jasmani. Perbedaan
daya pikir, emosi, dan keterampilan manusia merupakan aspek penting
keberhasilan penyesuaian diri. Sehingga lingkungan disekitarnya dapat membentuk
karakter seseorang tersebut. Perbedaan daya pikir, emosi, spiritual serta keterampilan
manusia merupakan aspek penting keberhasilan penyesuaian diri. Mengingat
manusia tidak hanya berperilaku atas dasar kemampuan akal semata, tetapi juga
didasarkan pada kemampuan rasa, yakni kemampuan menilai perasaan kepuasan diri
sendiri dan orang lain dalam masa perkembangan yang timbul dalam kehidupan
sehari-hari.
Garuda Pancasila, akulah pendukungmu...
Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu... Pancasila dasar negara, rakyat
adil makmur, sentosa... Pribadi bangsaku.. Ayo maju... maju... Ayo maju..
maju... Ayo.. maju.. maju... Itulah Pancasila.
Pancasila sebagai suatu petunjuk dan pedoman bagi bangsa Indonesia untuk
mencapai cita-cita yang adil dan makmur dan juga menjadikan kepribadian bangsa
Indonesia yang berintegritas. Indonesia yang begitu luas dan memiliki ribuan
pulau menjadikan Indonesia multikultural. Setiap pulaunya dihuni dengan
kelompok masyarakat yang beranekaragam. Baik adat istiadat, budaya, kebiasaaan,
maupun kepercayaan. Untuk itu perlu adanya unsur perekat untuk menjadi dasar
utama bagi bangsa Indonesia dalam menciptakan keteraturan. Alat perekat
tersebut adalah pendidikan Pancasila. Pancasila terdiri dari lima bagian yang
patut diteladani dan dikembangkan menjadi karakter bangsa Indonesia.
KARAKTER yang harus ada pada
bangsa Indonesia :
1.
Ketuhanan Yang
Maha Esa yaitu beragama dan toleransi
Tuhan menciptakan
manusia sejak dilahirkan itu merdeka. Artinya manusia mempunyai
kebebasan untuk menentukan sendiri pilihannya. Ia bebas menentukan arah hidupnya sesuai dengan prinsip hidupnya. Ia juga dapat mengemukakan pendapat, kemauan dan
perasaannya kepada orang lain tanpa paksaan. Ia juga punya kebebasan untuk
mengembangkan potensinya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang ada
padanya. Meskipun bebas, namun tidak seutuhnya bebas mutlak. Namun harus
didasari tanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Tanggung jawab berarti
adanya keberaniann untuk menanggung resiko apapun yang diterima dengan penuh
kesadaran. Baik bertanggung jawab pada diri pribadinya sendiri, orang lain,
negara maupun pada Tuhan. Itulah mengapa
pentingnya beragama? Karena agama itu mengajarkan pada hal kebaikan. Perlu adanya
toleransi. Sikap menghargai atau menghormati setiap tindakan yang dilakukan
orang lain. Karena pada dasarnya Indonesia itu beragam dan multikultural. Maka
antar warga negara Indonesia harus memiliki sikap toleransi yang tinggi untuk
menciptakan keadaan yang damai dengan berbagai perbedaan yang ada di negara
Indonesia.
2. Kemanusiaan yang
adil dan beradab yaitu budi pekerti
Manusia diciptakan dengan dilimpahkan berbagai anugrah oleh Tuhan salah satunya ialah memiliki akal dan
fikiran yang dapat digunakan untuk menilai baik buruknya suatu keadaan atau
berfikir secara kritis. Jika seseorang
meyakini adanya Tuhan dan berbudi pekerti maka seseorang bisa menghormati
keberagaman dan saling menghargai. Ketika seseorang mampu menghormati sesama
manusia dan tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya, maka seseorang
mampu menjadi manusia yang beradab dan terciptalah suatu keadilan.
3.
Persatuan Indonesia yaitu menjalin komunikasi yang baik
Indonesia terdiri dari berbagai suku dan memiliki banyak
pulau, keberagamannya menjadikan ciri khas tersendiri. Indonesia seperti
pelangi, berwarna-warni namun tetap menjadi satu. Satu cita-cita dan satu ideologi.
Bersatu atas nama Indonesia seperti sumpah pemuda yang dilakukan pada tanggal 28
Oktober 1928. Satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Dengan adanya bahasa
yang satu maka akan terciptanya komunikasi yang baik. Konflik pun akan sedikit
berkurang. Karena ketika seseorang mampu berinteraksi dengan baik, ia juga
mampu memahami karakter individu lainnya.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan yaitu cerdas dan bijaksana
Dalam merumuskan
ataupun memecahkan suatu persoalan, ada baiknya dilakukan dengan keputusan
hasil bersama yaitu musyawarah. Karena dengan begitu keputusan yang diambil
tidak merugikan satu pihak. Keputusan yang baik akan menciptakan suasana yang
harmonis. Selain itu juga dibutuhkan pemimpin yang cerdas. Cerdas secara
intelektual, emosional dan spiritual mampu menciptakan seseorang yang
berkualitas dan bijaksana. Teladanilah padi, makin berisi makin merunduk. Makin
berilmu pun makin bijaksana. Indonesia butuh orang-orang yang bijaksana dalam
mengatasi kondisi sosial Indonesia yang multikultural sehingga dapat
mengurangi terjadinya konflik.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu
solidaritas
Ketika empat
kriteria diatas telah dimiliki, maka keadilan sosial pun terwujudkan.
Solidaritas tinggi mampu menciptakan integrasi dan harmonisasi yang indah.
Ibarat sebuah piano. Nadanya berirama dan selaras. Solidaritas terbentuk ketika
hati saling menguatkan satu sama lain. Terdapat suatu perasaan yang sama yang
dirasakan.
Kesimpulannya pada
hakikatnya manusia adalah makhluk sosial dikarenakan kebutuhannya untuk
berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh sebab itu pula, secara otomatis manusia
memerlukan pendidikan. Pendidikan diperlukan untuk mengembangkan pribadi
manusia menjadi individu yang lebih baik. Untuk itu melalui pendidikan pancasila seseorang
itu akan memiliki pemahaman yang baik dalam bermasyarakat di mana ia
tinggal dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Komentar
Posting Komentar