Langsung ke konten utama

Kini Kau Telah Dewasa


Kini Kau Telah Dewasa
by : Justice Voice



Kini kau telah dewasa
Hadapi problema di dunia
Tak kuasa diri ini
Jalani hidup penuh godaan
Tapi waktu terus berganti
Hadapi selalu harap ridhanya
Oh adikku
Janganlah kau ragu
Berkarya dengan citamu
Tuk jadi generasi harapan
Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi problema yang ada
Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi cobaan di dunia
Tak kuasa diri ini
Jalani hidup penuh godaan
Tapi waktu terus berganti
Hadapi selalu harap ridhanya
Oh adikku
Jangan kau ragu
Berkarya dengan citamu
Tuk jadi generasi harapan
Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi problema yang ada
Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi cobaan di dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR bagaimana kau merasa bangga akan dunia yg sementara bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari masikah ada jalan bagimu untuk kembali mengulangkan masa lalu dunia dipenuhi dengan hiasan semua dan segala yg ada akan kembali padaNya bila waktu tlah memenggil teman sejati hanyalah amal bila waktu telah terhenti teman sejati tingallah sepi Ibarat awan mendung seketika, lalu turun rintik-rintik hujan kecil dan lama-kelamaan hujan pun mengalir dengan deras membasahi isi bumi... Mungkin, itulah gambarannya keadaanku ketika mendengarkan lagu ini... Entah mengapa, hati ini ingin rasanya menangis... tiba-tiba mengeluarkan air mata tanpa sengaja... membasahi pipiku... Aku teringat akan kematian.. Apakah aku sudah siap? Siap ketika kematian itu datang? Apa yang akan kubawa ketika Malaikat Izroil menjemputku? Siapa yang akan menemaniku di alam kubur nanti? Pertanyaan-pertanyaan itula...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...