Langsung ke konten utama

Cerita Indomie ditengah malam yang dingin

Cerita Indomie di tengah malam yang dingin…..

 

Waktu itu, ditengah malam yang dingin karena hujan. Aku  terbangun. Kulihat jam bekker pukul 00.45 malam. Entah apa itu, terdengar suara bergetar-getar… drttt..drttt..drttt… kulihat handphoneku diatas meja. Ternyata handphoneku tak bergetar. Ketika kuberkacak pinggang, heran. Terdengar suara itu lagi. Ternyata itu bunyi perutku yang keroncongan. Hehehe… Lalu aku bergegas menuju lantai bawah. Ketika di tangga kulihat sosok putih-putih. Astaghfirullah, ucapku kaget sambil memegang pegangan tangga dan jatuh terduduk. Huff, aku menghela nafas. Ternyata itu Ibuku yang memakai mukena. Karena gelap jadi tak terlihat wajahnya. Sehabis Ibuku sholat tahajud, ternyata Ayahku bangun dan minta dimasakan Indomie. Makanya Ibuku langsung masak Indomie tanpa melepas mukenanya. Kami pun akhirnya makan Indomie bersama di tengah malam yang dingin. Hmmm… Mantap… Indomie seleraku... ini ceritaku, mana ceritamu?



Ima Nirwana
_Cinderella Berjilbab_

Komentar

  1. Dulu waktu aku masih duduk di bangku SMP
    Aku selalu dibangun kan subuh untuk belajar
    Tapi suatu hari aku lupa pasang alarm sehingga telat sekolah
    Lalu papa menyiramku dengan kuah INDOMIE
    itu cerita ku .. Bagaimana ceritamu dengan INDOMIE .. ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...