Langsung ke konten utama

“Apakah golput merusak partisipasi politik masyarakat dan tidak pro terhadap demokrasi?”


KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa atas limpahan berkah dan inayah-Nya, sehingga karya tulis ini telah selesai dikerjakan dengan tepat waktu.
          Dalam kehidupan berpolitikdi setiap Negara yang kerap selalu menikmati kebebasan berpolitik namun tidak semua kebebasan berpolitik berjalan sesuai dengan yang di inginkan, karena pada hakikatnta semua system politik mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Demokrasi adalah sebuah proses yang terus-menerus merupakan gagasan dinamis yang terkait erat dengan perubahan. Jika suatu Negara mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahtraan dengan sempurna. Maka Negara tersebut adalah Negara yang sukses menjalankan system demokrasi sebaliknya jika suatu Negara itu gagal menggunakan system pemerintahan demokrasi maka Negara itu tidak layak disebut sebagai Negara demokrasi. Oleh karena itu kita sebagai warga Negara Indonesia yang meganut system pemerintahan yang demokrasi kita sudah sepatutnya untuk terus menjaga dan memperbaiki. Demi tercapaiya suatu kesejahtraan, tujuan dari cita-cita demokrasi yang sesungguhnya akan mengangkat Indonesia ke dalam suatu perubahan.
            Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Penulis mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.  Sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian, penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiah meskipun tersusun sangat sederhana.







PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
Demokrasi adalah suatu pemikiran manusia yang mempunyai kebebasan  berbicara, megeluarkan pendapat. Negara Indonesia menunjukan sebuah Negara yang sukses menuju demokrasi sebagai bukti yang nyata, dalam peemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Selain itu bebas menyelenggarakan kebebasan pers. Semua warga negara bebas berbicara, mengeluarkan pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bahkan dalam memilih salah satu keyakinan pun dibebaskan.
Namun kenyataannya di Indonesia tidaklah sama, ada aliran baru yang terdapat di dalam masyarakat yaitu golput (golongan putih). Golput sendiri memiliki arti netral. Tidak memihak pada siapapun dan juga tidak memilih siapapun. Dikelompokan dalam massa mengambang yang menunjuk pada seluruh rakyat (sembarang orang). Semua orang yang belum / tidak menentukan pilihan disebut sebagai massa mengambang.
“Apakah golput merusak partisipasi politik masyarakat dan tidak pro terhadap demokrasi?” Dengan adanya golput, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Bagi masyarakat awam, biasanya terjadi akibat masyarakat tersebut tidak tercatat pada pendataan pemilu. Sedangkan bagi masyarakat berkelas/intelek digunakan sebagai suatu bentuk perlawanan. Karena mereka lebih cenderung selektif dalam suatu pemilihan.
B.      Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1.      Faktor apa sajakah yang menyebabkan masyarakat menganut golput?
2.      Bagaimanakah partisipasi masyarakat terhadap kemunculan golput?
3.      Apakah golput merupakan salah satu bentuk demokrasi?

C.      Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang di atas, maka penulis menitikberatkan masalah dari aspek penyelenggaraan dalam pemilu.

ISI

A.      Pembahasan Masalah
1.      Faktor yang menyebabkan masyarakat menganut golput
Ø  Kurangnya perhatian dan tidak adanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat mengira golput adalah pilihan yang benar. Karena kebanyakan dari kandidat pemilu ketika melakukan aksi kampanye, mereka gencar menyorak-nyorakkan janji-janji palsu.
Ø  Korban ikut-ikutan. Masyarakat yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki pengetahuan akan mengambang pada saat mencoblos. Memilih yang mana? Mereka malah tidak tahu menahu tentang calon dan lebih tragis lagi tidak tahu apa yang terjadi. Beda antara cuek dengan tidak tahu. Disini ditekankan untuk masyarakat di desa dan kampung-kampung yang kebanyakan tidak mengerti apa itu politik ? Apa itu pemilu ? Siapa sang calon ? dan sebagainya.
2.      Partisipasi masyarakat terhadap kemunculan golput
Ø  Kesadaran. Ya, harus adanya kesadaran atas hak masyarakat untuk memilih. Berkesempatan memilih pemimpin secara langsung. Seperti motto pada pemilu yaitu luber. Langsung, umum, bebas dan rahasia. Mungkin dengan kemunculan golput sendiri merupakan sesuatu hak bagi yang memilih golput. Apapun pilihan masyarakat, pasti masyarakat memiliki alasan tersendiri atas apa yang mereka pilih dan juga haruslah bertanggung jawab.


3.      Golput merupakan salah satu bentuk demokrasi
Ø  Dalam kehidupan berpolitik di setiap Negara yang kerap selalu menikmati kebebasan berpolitik namun tidak semua kebebasan berpolitik berjalan sesuai dengan yang diinginkan, karena pada hakikatnya semua system politik mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Demokrasi adalah sebuah proses yang terus-menerus dan  dinamis yang terkait erat dengan perubahan. Jika suatu Negara mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahtraan dengan sempurna. Maka Negara tersebut adalah Negara yang sukses menjalankan sistem demokrasi sebaliknya jika suatu Negara itu gagal menggunakan sistem pemerintahan demokrasi maka Negara itu tidak layak disebut sebagai Negara demokrasi. Oleh karena itu kita sebagai warga Negara Indonesia yang menganut sistem pemerintahan yang demokrasi kita sudah sepatutnya untuk terus menjaga dan memperbaiki, melengkapi kualitas-kualitas demokrasi yang sudah ada. Demi tercapainya suatu kesejahteraan, tujuan dari cita-cita demokrasi yang sesungguhnya akan mengangkat Indonesia ke dalam suatu perubahan.
PENUTUP
v  Kesimpulan dan Saran
Ø  Golput adalah fenomena alamiah yang pasti akan terjadi. Besaran jumlah Golput adalah batasan yang perlu benar-benar di perhatikan. Namun untuk penyelenggaraan Pemilu di tuntut harus mendorong keterlibatan publik mendapatkan informasi tentang adanya pemilihan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR bagaimana kau merasa bangga akan dunia yg sementara bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari masikah ada jalan bagimu untuk kembali mengulangkan masa lalu dunia dipenuhi dengan hiasan semua dan segala yg ada akan kembali padaNya bila waktu tlah memenggil teman sejati hanyalah amal bila waktu telah terhenti teman sejati tingallah sepi Ibarat awan mendung seketika, lalu turun rintik-rintik hujan kecil dan lama-kelamaan hujan pun mengalir dengan deras membasahi isi bumi... Mungkin, itulah gambarannya keadaanku ketika mendengarkan lagu ini... Entah mengapa, hati ini ingin rasanya menangis... tiba-tiba mengeluarkan air mata tanpa sengaja... membasahi pipiku... Aku teringat akan kematian.. Apakah aku sudah siap? Siap ketika kematian itu datang? Apa yang akan kubawa ketika Malaikat Izroil menjemputku? Siapa yang akan menemaniku di alam kubur nanti? Pertanyaan-pertanyaan itula...