Langsung ke konten utama

“Mewujudkan mahasiswa sosial yang kreatif, inovatif, proaktif, dalam lingkup kepemimpinan demi pembangunan bangsa”




PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
Memberdayakan mahasiswa merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan program Pembangunan Nasional sesuai dengan Pasal 28 (Ayat 1 UUD 1945) “Setiap orang mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,  berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan manusia”.[1]
Tujuannya adalah untuk mencetak generasi pemimpin yang berkualitas. Karena mahasiswa memegang peranan penting demi pembangunan bangsa. Salah satunya dengan terbentuknya mahasiswa yang mampu mendidik diri sendiri atau membantu masyarakat agar mampu membantu diri mereka sendiri.
Dalam rangka mewujudkan mahasiswa sosial yang kreatif, inovatif, proaktif, dalam lingkup kepemimpinan demi pembangunan bangsa, kita perlu mengadakan suatu kegiatan yang bersifat mempererat tali persahabatan mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman pribadi tentang sosialisasi yang menyenangkan.
B.      Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1.      Faktor apa sajakah yang mendorong mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di kampus?
2.      Apa saja bentuk upaya mahasiswa untuk mengembangkan keterampilannya dalam kegiatan kampus?
3.      Bagaimanakah partisipasi mahasiswa terhadap pelaksanaan kegiatan kampus?


C.      Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang di atas, maka penulis menitikberatkan masalah dari aspek penyelenggaraan kegiatan lingkungan kampus.

ISI

A.      Pembahasan Masalah

1.      Faktor yang mendorong mahasiswa untuk mengikuti kegiatan bakti sosial
Ø  Diibaratkan bagi seorang mahasiswa, tugas kuliah adalah nomer satu dan bernilai satu. Selain itu adalah bernilai nol. Jika kita hanya fokus di tugas kuliah, maka kita akan mendapatkan nilai hanya satu. Tapi jika kita aktif dalam mengikuti kegiatan di perkuliahan maka kita akan mendapatkan nilai plus, yaitu satu ditambah nol, nol dan nol. Karena mahasiswa yang cerdas adalah mahasiswa yang mampu mengkoordinasikan dirinya sendiri dan dirinya dengan orang lain. Mahasiswa yang kreatif, akan lebih memilih berfikir dengan memaksimalkan fungsi otak, guna meraih apa yang diinginkannya serta mengembangkan keterampilan atau bakat yang dimilikinya. Mengenal lingkungan di sekitarnya dan mampu berkompetisi merupakan pengalaman dan keterampilan yang akan mempermudah mahasiswa untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan. Kreatifitas yang akan lahir dari keterampilan itu juga akan semakin lengkap, dengan demikian lebih banyak pengalaman akan mendekatkan kita pada kesuksesan.




2.      Bentuk upaya mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan
Ø  Dengan mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di kampus sesuai dengan keterampilan atau bakat yang kita miliki.
Ø  Bagi orang-orang yang memang sudah sejak lahir memiliki bakat sebagai orang yang kreatif tentu idak mendapatkan masalah yang berarti. Namun, bagi orang yang tidak mempunyai bakat kreatif tersebut, maka ia harus rajin melatih dan mengasah ke-kreatifannya.
Ø  Ikut berpartisipasi dalam kompetisi antar fakultas maupun jurusan.

3.      Partisipasi mahasiswa terhadap pelaksanaan kegiatan kampus
Ø  Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadi mahasiswa yang kreatif, salah satunya adalah selalu memiliki gagasan atau ide-ide baru setiap hari. Seorang mahasiswa harus selalu berfikir untuk mendapatkan sesuatu yang baru (inovatif), apapun itu. Untuk membiasakan diri mencari gagasan atau ide-ide baru, dapat dilakukan dengan pada saat sebelum tidur dengan merenung kira-kira 10 menit. Pikirkan apa saja yang telah dilakukan pada hari itu. Lalu pikirkan cara yang lebih baik untuk pekerjaan esok hari. Ciptakan gagasan yang berbeda karena sesuatu yang berbeda akan lebih tampak menarik. Kumpulkan semua gagasan dan ide-ide tersebut. Dengan begitu, mahasiswa akan terbiasa memikirkan dan mencari ide-de atau gagasan yang baru.
Ø  Memberikan ide/gagasan atau moril maupun materil.




PENUTUP
v  Kesimpulan dan Saran
Kreatif sendiri dapat dimiliki oleh setiap orang, bisa melalui bakat atau bawaan dari lahir. Artinya, orang tersebut memang sudah mempunyai bakat kreatif dalam mengerjakan segala sesuatu. Ada pula yang memiliki kreatif dari karena selalu mengasah dan melatih diri untuk kreatif.


[1] Buku UUD 1945

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...