Langsung ke konten utama

Cita-citaku dan mimpiku

Hemm, kalo ditanya, cita-cita kamu apa? Jawabannya BANYAK. Sebanyak bintang di langit :)
Kenapa bisa begitu? Karna cita-citaku itu lebih dari satu. Mulai dari hal yang terkecil hingga yang terbesar... Hehe, ^___^

Setiap manusia pasti punya cita-cita. Kebanyakan pasti ngomongnya gini "Ingin menjadi orang yang sukses". Nah, lho? Suksesnya seperti apa? Sukses itu kan abstrak. Nggak bisa diukur. Tapi, hanya diri sendirilah yang bisa merasakan "Apakah kita sudah sukses atau belum?" Kok bisa begitu ya? Yaiyadong, Karena nggak semua orang sukses itu 'kaya'. Kok gituh? Yaiyalah.. Kembali ke atas ... "SUKSES ITU ABSTRAK".

Ada yang sukses 'materi' tapi nggak bahagia. Ada yang miskin, tapi 'sukses'. Sukses itu punya gambaran yang banyaaaakk sekali lho... Jadi, sukses itu apa sih? Jawabanya, hanya diri kitalah yang tau jawabanya.
Masih gak percaya? Coba aja deh, pasti kamu ngerasain.. :)

By the way, ngomong-ngomong soal mimpi...
Aku memiliki sebuah mimpi yang menjadi kenyataan lho :)
Sebelum hasil pengumuman kelulusan SD. Aku bermimpi dalam tidurku, bersekolah di SMPN 129 mengenakan seragam putih-biru dan dengan dasi silang yang bertengger dikerah bajuku. Dalam mimpi ntu, diceritakan bahwa aku sedang bermain bersama teman2 baruku. Mimpiku pun menjadi kenyataan… Aku lolos dan diterima di SMP Negeri 129.

Berlanjut pada kelulusan SMP ^__^
Dalam mimpiku, aku mengenakan seragam putih-abu2. Aku berjalan disepanjang halaman di depan ruang lab. Kimia dilantai 2. Nah, tiba2 aku dikejar2 dengan sesosok makhluk yang menyeramkan yaitu Kuntilanak. Wew… serem banget? Hehehe, kalo nggak salah lagi ntu, sebelum tidur aku nonton film horror dan siangnya aku ikut perlombaan paskibra tingkat SLTP yang diadakan di SMAN 80. Mungkin karena ke-cape-an jadi ngelantur mimpinya. Hehe… Awalnya aku ragu untuk bersekolah di SMAN 80, tapi aku yakin SMAN 80 ntu nyaman. Mimpi ntu pun menjadi kenyataan yaitu aku berhasil diterima bersekolah di SMA Negeri 80. Yeeaahhh…. Hoorrreee!!!!! Tapi dikejar kuntilanak-nya Alhamdulillah nggak jadi kenyataan. Hehe… malah, dikejar2 banyak penggemar.. hehehe (sok iya banget?)

Nah, mimpiku yang ke-3. Rabu, 27 Oktober 2010.
Aku bermimpi berada di suatu tempat dan ketika ntu aku dipanggil oleh seseorang (sepertinya mahasiswa) untuk membaca sebuah papan pengumuman. Kulihat diselembar kertas ntu dan namaku dituliskan bahwa aku diterima di UIN (Universitas Islam Negeri) Syarifhidayatullah. Betapa terkejutnya dan senangnya hatiku. Segera kuambil handphone yang berada dalam tasku, lalu aku mengirim sms pada Mama dan Babeh. Kukabarkan bahwa aku masuk diterima di UIN. Setelah ntu, kubuka facebook dan kumulai meng-update status. Baru saja kutuliskan kalimat “Alhamdulillah…” aku sudah terbangun dari mimpiku. Aku dibangunkan oleh sepupuku tepat pada adzan subuh. Tapi ternyata mimpi ini terpeleset.. Hehehe.. Kenyataannya aku masuk lolos dan di terima di Universitas Negeri Jakarta. Alhamdulillah masih negeri ^__^


Sejenak aku berpikir (mungkin hanya argumen aku aja), gini lho...
Karna aku sudah diterima di UNJ, otomatis kan aku pasti ngurusin pendaftaran ulangnya ke UNJ.
Nah, sekilas aku perhatikan, papan pengumuman yang di UNJ, sama dengan yang dimimpiku.. Posisinya tepat dibelakang suatu gedung (kalo di UNJ namanya BAAK). Mungkin aja, pas dalam mimpiku, aku salah baca.. hehehe intinya Universitas Negeri Jakarta adalah pilihanku...



So, mulailah bermimpi. Bermimpi masa depan...
Tentunya semua mimpi itu terkadang bukan hanya bunga tidur lho. Tapi mimpi itu adalah suatu keinginan. Hingga akhirnya mimpi itu masuk ke dalam tidur kita. Kalo kata bang Maher Zain, "Insya Allah,  you’ll find your way..."

Semoga berhasil bermimpi :)
Zzzzz....ZZzzZzzzZZzzz.........

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR

BILA WAKTU TELAH BERAKHIR bagaimana kau merasa bangga akan dunia yg sementara bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari masikah ada jalan bagimu untuk kembali mengulangkan masa lalu dunia dipenuhi dengan hiasan semua dan segala yg ada akan kembali padaNya bila waktu tlah memenggil teman sejati hanyalah amal bila waktu telah terhenti teman sejati tingallah sepi Ibarat awan mendung seketika, lalu turun rintik-rintik hujan kecil dan lama-kelamaan hujan pun mengalir dengan deras membasahi isi bumi... Mungkin, itulah gambarannya keadaanku ketika mendengarkan lagu ini... Entah mengapa, hati ini ingin rasanya menangis... tiba-tiba mengeluarkan air mata tanpa sengaja... membasahi pipiku... Aku teringat akan kematian.. Apakah aku sudah siap? Siap ketika kematian itu datang? Apa yang akan kubawa ketika Malaikat Izroil menjemputku? Siapa yang akan menemaniku di alam kubur nanti? Pertanyaan-pertanyaan itula...