Perubahan Sosial dalam Penggunaan Jejaring Sosial Facebook
(Studi Kasus: Gara-gara Pamer di Facebook )
Oleh : Ima Nirwana Wati
Abstrak
Perubahan sosial yang dilakukan oleh seseorang adalah adanya suatu motif tertentu.Baik yang dilakukannya dengan cara yang baik, maupun yang buruk. Hal itu terlihat jelas dalam penggunaan jejaring sosial facebook. Di mana dengan adanya facebook, masyarakat lebih sering berinteraksi dengan orang lain melalui dunia maya. Sehingga seringkali terjadi sikap antisosial ketika sedang berkumpul bersama teman, salah satu dari mereka asyik bermain handphone-nya dengan jejaring sosialnya yaitu salah satunya facebook. Selain itu juga, membuat perubahan akan adanya karakter seseorang yang berbeda dengan dunia nyata atau dunia maya. Pada penulisan ini, penulis akan mencoba menganalisis mengapa hal itu terjadi demikian? Terutama pada kasus gara-gara pamer di facebook yang berdampak besar pada seseorang seperti terjadinya perampokan ataupun penangkapan oleh polisi. Hal ini terjadi akibat seseorang tersebut lebih berorientasi pada dirinya sendiri.
Latar Belakang
Perubahan sosial merupakan bentuk perubahan yang terjadi di dalam lapisan masyarakat. Perubahan sosial biasanya dipengaruhi oleh aspek kehidupan yang diantaranya adalah; ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, ekonomi, politik, dan lainnya. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, seseorang akan terus mengalami perubahan dalam hidupnya. Agar seseorang itu tidak tertinggal dalam arus kehidupan yang dilaluinya, apalagi zaman sekarang munculnya globalisasi yang membuat semua orang saling berkompetisi untuk mendapatkan sesuatu hal.
Mac Iver mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial dikatakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (sosial relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. Sedangkan Gillin dan Gillin menjelaskan perubahan sosial itu sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan, materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Secara singkat Samuel Koenig mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern.
Untuk mempelajari perubahan pada masyarakat, perlu diketahui sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya perubahan itu. Apabila dicermati lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan ataupun masih banyak faktor-faktor yang kemungkinan akan terjadi lainnya.
Mengapa seseorang melakukan perubahan sosial?
Di tengah perkembangan zaman yang semakin canggih, kini banyak manusia yang mulai mengembangkan kreativitasnya dalam dunia teknologi. Hal itu pun secara tidak langsung akan merubah kehidupan sosial seseorang. Dengan begitu komunikasi antar individu akan terjalin dengan sangat mudah tanpa harus bertatap muka. Selain itu, faktor ekonomi juga mempengaruhi adanya perubahan sosial. Untuk memenuhi kebutuhannya, maka seseorang akan melakukan segala cara untuk dapat mendapatkannya. Seseorang akan bergerak dari suatu tempat, berpindah, dan melakukan perubahan. Seperti yang diungkapkan oleh Comte, kemajuan progresif peradaban manusia mengikuti suatu jalan yang alami, pasti, sama dan tak terelakkan.
Ketika seseorang melakukan perubahan sosial, maka seseorang itu terbentuk karena adanya pengaruh dari masyarakat itu sendiri. Secara sadar ataupun tidak sadar, manusia itu akan terpengaruhi oleh lingkungan di mana ia akan tinggal. Karena hal itulah mengapa seseorang melakukan perubahan sosial dalam hidupnya.
Masalah sosial yang terjadi
Pada hakekatnya manusia memiliki kecerdasan intelektual, namun terkadang seseorang lebih banyak menggunakan kecerdasan emosionalnya . Sehingga seringkali terjadi kasus penyimpangan sosial. Untuk itu perlu adanya kecerdasan spiritual untuk menyeimbangkan keduanya. Selain ketiga hal itu, kemampuan beradaptasi atau penyesuaian diri merupakan bentuk perilaku pada umumnya yang didasarkan atas keseimbangan kemampuan akal (kognitif) dan kemampuan rasa (afeksi), dan psikomotor. Karena manusia tidak hanya memiliki otak tetapi juga mempunyai emosi dan keterampilan, baik keterampilan berkomunikasi maupun keterampilan fisik jasmani. Perbedaan daya pikir, emosi, dan keterampilan manusia merupakan aspek penting keberhasilan penyesuaian diri. Sehingga lingkungan disekitarnya dapat membentuk karakter seseorang tersebut.
Ketika seseorang ingin melakukan perubahan sosial, maka tidak sedikit akan mengalami masalah sosial. Seperti kasus yang terjadi pada gadis usia 17 tahun yang sedang mengalami masa trasisi dari masa remaja beranjak ke masa dewasa awal. Ia menggunakan social network atau jejaring sosialnya berupa facebook dengan meng-upload sejumlah foto tumpukan uang milik neneknya. Sehingga mengakibatkan perampokan yang terjadi di rumahnya pada malam hari.
Kasus yang sama juga terjadi pada orang dewasa. Beda halnya dengan gadis tersebut. Pria yang berusia 29 tahun, meng-upload sejumlah tumpukan uang yang ia dapatkan dari hasil perampokan di sebuah bank. Ia mengumumkan uang tersebut akan digunakan untuk tagihan kesehatannya. Akibatnya dua hari kemudian, ia ditangkap dan ditahan oleh agen FBI.
Jejaring sosial (social network) facebook
Facebook digunakan sebagai sarana komunikasi dunia maya yang dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg. Facebook digunakan untuk sarana komunikasi antara mahasiswa satu dengan lainnya. Namun, dengan seiringnya perkembangan, facebook mengalami kemajuan besar. Kini facebook juga bisa digunakan sebagai agen bisnis (periklanan/promosi), media sosialisasi, media belajar (diskusi), hingga politik dan sosial lainnya. Sehingga facebook kini menjadi salah satu kebutuhan dan trend baru dalam suatu kelompok masyarakat.
Tampilan Facebook
Di sekelompok masyarakat, tak jarang facebook dijadikan tempat curhat. Banyak mereka yang meng-update status tentang aktifitas pribadi mulai dari seseorang itu bangun tidur hingga akan tidur. Hal itu dilakukan terus menerus. Sehingga tidak jarang bagi pengguna facebook yang memiliki teman yang banyak mendapatkan respon. Baik berupa komentar ataupun berupa like (suka) dengan menggunakan simbol jempol. Komentar yang dilemparkan juga bermacam-macam, mulai dari hal baik hingga komentar yang buruk terhadap orang tersebut.
Selain menceritakan aktifitas pribadi yang terkadang tidak begitu penting, facebook pun bisa membuat sebuah kelompok ataupun komunitas (lihat gambar 1.1 di atas di sebelah kiri). Segala informasi terkadang dengan mudahnya jumpai di facebook. Ketika terjadinya kecelakaan, tak sengaja teman di facebook menceritakannya. Ketika salah seorang teman sedang berulang tahun, facebook pun menampilkan hal tersebut. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan dalam facebook, bermain games, berpolitik (kampanye di facebook), dakwah di facebook, dan lainnya. Jadi tak jarang dunia maya kini berubah menjadi seperti dunia nyata.
Facebook pun seperti salah satu aktifitas sehari-hari dan menjadi suatu kebutuhan. Efek ini yang menjadi ketergantungan. Sehingga seseorang di manapun ia berada dan pada saat kapanpun ia bisa bermain facebook melalui handphone-nya. Tak jarang hal ini yang membuat seseorang menjadi antisosial ketika berkumpul dengan temannya dan sibuk dengan jejaring sosialnya. Melalui jejaring sosial ini pun, seseorang bisa lebih mengeksistensikan dirinya ke khalayak umum. Jika yang tadinya ia tidak memiliki teman atau dikatakan kurang bersosialisasi, maka di facebook pun seseorang itu akan memiliki teman banyak. Sehingga terdapat perbedaan antara karakter seseorang di dunia maya dengan dunia nyata.
Curhatan
Gambar 1.2
Inilah salah satu contoh bentuk curhatan di facebook. Seperti halnya makan, dalam sehari pun ada yang 2 – 3 kali update status, bahkan yang lebih dari 3 kali pun ada.
Curhat di facebook merupakan salah satu bentuk perubahan sosial yang dipengaruhi adanya teknologi. Dengan begitu, interaksi seseorang akan lebih berkurang dengan orang lain dan lebih cenderung terpaku dengan dunia maya. Karena curhat di facebook dapat dilakukan kapanpun, di manapun dan dengan siapapun.
Teori Sosiologi Klasik
Weber mengklasifikasi 4 tipe tindakan sosial, yaitu pertama, rasional instrumental (instrumentally rational), yang ditentukan oleh harapan-harapan yang memiliki tujuan untuk dicapai dalam kehidupan manusia. Kedua, rasional nilai (value rational) yang memiliki kesadaran keyakinan etika, estetika, agama dan nilai-nilai lainnya. Ketiga, afektual (affectual) yaitu tindakan yang ditentukan oleh kondisi kejiwaan dan perasaan individu yang melakukannya. Serta keempat tradisional (traditional) yaitu tindakan yang didasarkan atas kebiasaankebiasaan yang telah mendarah daging.
Selain itu menurut Weber, ada 4 rasionalitas dalam kehidupan sosial masyarakat yaitu pertama, rasionalitas praktis yaitu ide yang pragmatis dan berorientasi pada diri sendiri. Kedua, teoritis yaitu upaya kognitif, abstrak dan tidak melakukan tindakan. Ketiga, rasionalitas subtantif yaitu bersifat pragmatis tapi melakukan suatu tindakan yang nyata. Keempat, rasionalitas formal yaitu mengkalkulasi sarana dan tujuan buat orang lain dan diri sendiri.
Hukum tiga tahap Comte, pertama tahap teologis, berhubungan kepercayaan. Kedua, tahap metafisik yaitu tahap transisi dan adanya hukum kaukalitas, sebab-akibat. Ketiga, tahap posivis, yaitu ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir, tetapi sekali lagi pengetahuan itu sifatnya sementara dan tidak mutlak.
Pembahasan
Menurut Max Weber, apa yang dilakukan pengguna jejaring sosial facebook dengan meng-update status merupakan tindakan sosial. Tindakan sosial merupakan tindakan yang dilakukan individu yang memiliki makna terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Seperti pada kasus gadis berusia 17 tahun dan pria yang berusia 29 tahun- dengan apa yang mereka lakukan di facebook, maka terdapat makna yang tersirat terhadap pembaca. Sehingga pembaca melakukan respon, meskipun keduanya tidak saling mengenal ataupun berinteraksi di jejaring sosial facebook.
Selain itu, tindakan sosial yang mereka lakukan adalah tindakan sosial yang memiliki makna rasional instrumental. Di mana mereka memiliki harapan-harapan tujuan untuk dicapai. Istilahnya mereka itu ‘pamer’. Pamer itu menunjukkan (mendemonstrasikan) sesuatu yg dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan untuk menyombongkan diri.
Awalnya, gadis berusia 17 tahun itu datang ke rumah neneknya di Sidney untuk membantu menghitung tabungan hasil pensiun sang nenek yang disimpan dalam bentuk tunai. Di sela kesibukan itu, remaja tersebut sempat meng-upload foto tumpukan uang ke akun facebook miliknya pada pukul empat sore. Nah, akibatnya rumah gadis berusia 17 tahun pun itu disatroni dua perampok bermasker yang mendatangi rumah ibunya di Bundanoon, sebelah tenggara Australia, yang terletak 120 kilometer dari Sidney. Perampok tersebut meminta sejumlah uang seperti pada foto yang di-upload oleh gadis tersebut di dalam akun facebook-nya.
Keputusan yang diambil oleh gadis berusia 17 tahun itu dalam meng-upload foto tumpukan uang dilakukannya dengan pertimbangan yang sadar akan pilihan tindakan yang dilakukannya yang bersifat praktis, yaitu mementingkan diri pribadi dan beorientasi pada diri sendiri atau juga bisa disebut dengan egoistis. Karena dengan begitu, ia bisa memerkan foto tumpukan uang tersebut kepada teman-temannya. Ia juga berusaha untuk memberikan informasi, bahwa ia memiliki uang yang cukup banyak dalam jumlah tunai. Secara tidak langsung ia menunjukkan bahwa ia berada dalam stratifikasi sosial tingkat menengah ke atas.
Kasus serupa terjadi pada pria berusia 29 tahun. Ia meng-upload sejumlah uang ke dalam akun facebook miliknya. Lalu ia juga memberikan sebuah keterangan atau informasi bahwa uang yang ia dapatkan adalah hasil dari merampok di bank. Apa yang dilakukan oleh pria tersebut adalah merupakan tindakan sosial yang bersifat rasional instrumental. Karena tindakannya memiliki harapan dan tujuan untuk melunasi tagihan hutang kesehatannya. Meskipun ia berada dalam dua pilihan, yaitu merampok atau berhutang. Akhirnya ia mengambil keputusan dengan melakukan tindakan penyimpangan dengan merampok. Namun kesalahannya adalah ketika selesai merampok, ia men-upload sejumlah uang hasil rampokannya ke dalam facebook yang menyebabkan pria tersebut akhirnya ditangkap dan ditahan oleh agen FBI.
Menurut Comte, yang dilakukan oleh pria tersebut merupakan salah satu contoh hukum tiga tahap, yaitu tahap metafisik-yang mengartikan adanya tahap transisi dan kaukalitas. Dari yang terlilit hutang, bisa membayarkan hutangnya dengan lunas. Kemudian juga adanya sebab-akibat. Mengapa ia merampok? Karena ia terlilit tagihan hutang kesehatannya. Mengapa ia ditahan? Karena ia telah melakukan perampokan pada sebuah bank.
Simpulan
Perubahan sosial terjadi karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi, terutama munculnya jejaring sosial seperti facebook. Interaksi masyarakat pun jadi berkurang di dunia nyata, lantaran munculnya facebook di dunia maya. Selain itu juga facebook merupakan salah satu sarana mengembangkan eksistensi seseorang individu. Namun, terkadang facebook juga bisa berdampak kurang baik bagi si pengguna facebook. Karena adanya tindakan sosial yang sifatnya pragmatis tanpa berpikir panjang. Saran penulis, sebaiknya pengguna facebook lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitas di facebook dan juga lebih mencermati fungsi dan tujuan facebook itu untuk apa dan juga harus lebih memahami dan mengetahui dampak positif dan negatif dalam penggunaan facebook.
Daftar Pustaka
Soekanto, Sarjono. Sosiologi Suatu Pengantar. 1982. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
http://www.artikata.com/arti-343411-pamer.html
http://www.facebook.com/ima.nirwana
George Ritzar, Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi. Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosiologi modern. Bantul: Kreasi Wacana.
http://www.tempo.co/read/news/2012/05/29/072407000/Pamer-Duit-di-Facebook-Perampok-Satroni-Rumah
http://forum.vivanews.com/aneh-dan-lucu/280150-perampok-bodoh-tertangkap-karena-pamer-di-facebook.html
http://www.tempo.co/read/news/2012/05/29/072407000/Pamer-Duit-di-Facebook-Perampok-Satroni-Rumah
http://forum.vivanews.com/aneh-dan-lucu/280150-perampok-bodoh-tertangkap-karena-pamer-di-facebook.html


Komentar
Posting Komentar