Langsung ke konten utama

Sebuah Perjuangan


Tan Malaka berkata,
"Lindungi bendera itu dengan bangkaimu, nyawamu, dan tulangmu. Itulah tempat yang selayaknya bagimu, seorang putra/putri tanah air Indonesia tempat darahmu tertumpah..."

Ketika Indonesia masih dalam belenggu para penjajah, banyak para pejuang yang rela berkorban untuk kemerdekaan Indonesia. Para pemudanya pun bergerak membuat suatu strategi dalam rangka kemerdekaan tanah air tercinta.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno 'diculik' atau lebih tepatnya 'diamankan' dari Jakarta. Karena ketakutan pemuda dalam pengaruh pimpinan militer dan pemerintahan Jepang terhadap Soekarno pada saat itu. Selain itu, menurut pengakuan mantan anggota PETA yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok, Jusuf Kunto, Soekarno dan Hatta diamankan ke luar kota karena para pemuda dan PETA takut akan keselamatan kedua pemimpin bangsa itu. Kepada Achmad Soebardjo, Jusuf Kunto, disertai Pandu Kartawiguna dan Wikana mengatakan alasan mereka membawa Soekarno dan Hatta adalah “karena rasa kekhawatiran bahwa mereka akan dibunuh oleh pihak Angkatan Darat Jepang atau paling sedikitnya dipergunakan sebagai sandera kalau kerusuhan timbul, karena tentara PETA bermaksud akan melancarkan suatu demonstrasi besar. Adalah karena alasan –alasan keselamatan mengapa Soekarno dan Hatta dibawa keluar kota”. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, pertama kalinya bendera MERAH PUTIH berkibar.

Pada tanggal 18 September 1945, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. Ploegman pada sore hari, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, yang hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. Lalu pelopor muda yang berpengaruh besar di masyarakat yaitu Bung Tomo menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris. Berbagai bagian kota Surabaya dibombardir dan ditembak dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Sebuah paham "NASIONALISME" yang dilakukan para pejuang merupakan bentuk tindakan sosial yang didasari atas sebuah nilai penting yang mempengaruhi tingkah laku mereka dalam upaya memerdekakan Indonesia terhadap penjajah yang memiliki makna terhadap dirinya sendiri dan juga orang lain. Menurut Soekarno, nasionalisme merupakan kekuatan bagi bangsa-bangsa yang terjajah yang kelak akan membuka masa gemilang bagi bangsa tersebut. Bagi Soekarno kecintaan kepada bangsa dan tanah air merupakan alat yang utama bagi perjuangan suatu bangsa untuk mendapatkan kemerdekaan. Disini jelas dapat dikatakan Nasionalisme telah memegang peranan penting dan bersifat positif dalam menopang tumbuhnya persatuan dan kesatuan yang akan mampu melaksanakan pembangunan nasional.

Paham tersebutlah yang memberikan inspirasi pada Tan Malaka, bahwa sebuah pengorbanan akan memberikan suatu tempat yang layak bagi seorang pejuang. Selain itu, perjuangan seseorang akan membawa dampak yang besar bagi semua orang. Mempertahankan sebuah bendera dengan taruhan nyawa. Bertumpah darah memperebutkan tanah air. Merupakan sebuah pertarungan yang luarbiasa dalam berdialektika. Rela berkorban dan semangat juang pemuda membangkitkan seluruh orang di sekitarnya. Tanpa mempedulikan resiko apa yang akan dihadapi. Namun, bagaimanakah dengan pemuda Indonesia hari ini? Indonesia kini MERDEKA. Namun, ternyata kemerdekaan Indonesia itu tidak sepenuhnya dimiliki Indonesia sendiri. Banyak pihak asing yang sudah berhasil menguasai kekayaan alam Indonesia. Sungguh tragis! Belum lagi orang asli Indonesia sendiri sudah menjajah negaranya sendiri dengan melakukan tindakan korupsi. Apa yang hari ini kita bisa lakukan sebagai pemuda? Akankah mengikuti jejak para pejuang terdahulu dengan melakukan gencatan senjata, mengangkatkan bambu runcing ke langit seraya berteriak, "Lawan dan usir penjajah!!!" ataukah terdiam pasrah menerima nasib tanpa mau melakukan perubahan dan perlawanan. Sesungguhnya apa yang hari ini kita rasakan adalah hasil dari sebuah perjuangan luarbiasa yang dilakukan oleh para pejuang.

Hidup Mahasiswa ! Hidup Pemuda Indonesia !! Hidup Rakyat Indonesia !!!
Apakah hanya sebuah teriakan omong kosong?
Mahasiswa yang katanya agen perubahan, agen kontrol sosial dan manusia tangguh itu kini ke manakah pergerakan dan perjuangannya dalam membela tanah air tercinta??
Hanya Anda yang bisa menjawabnya.

Bergerak atau tergantikan? Bergerak atau mati?
Sebuah pilihan yang harus dipilih.

Salam Cinta untuk Indonesiaku.
Semoga Indonesia semakin berprestasi.
Semoga Pemuda Indonesia semakin berperan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL : HIPERNOVA Sang Paradoks, Pesujud dan Monotheisme

JUDUL BUKU : HIPERNOVA | PENULIS : FARIZA AULIA JASMINE TEBAL BUKU : 230 HALAMAN | PENERBIT : TIGA SERANGKAI TAHUN TERBIT : 2018  GENRE : RELIGI, FIKSI | NILAI : 4/5      Tuhan tidak lain hanyalah proyeksi manusia. Begitulah pandangan Novae, sosok perempuan yang berprofesikan model terkenal penderita albino. Ia telah kehilangan kepercayaannya terhadap Tuhannya. Berawal sejak peristiwa yang telah terjadi yang dialaminya pada tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Selain itu ia juga kehilangan saudara-saudaranya dan juga keyakinannya sendiri terhadap hidup.      “Selain Tuhan adalah proyeksi manusia, saat ini ketuhanan menjadi ajang bisnis bagi para umat ‘berkostum’ laksana malaikat, padahal lebih menyeramkan dari kostum hallowen . Mereka memasang karakter, image , bahkan menjual ayat-ayat yang disebut suci untuk sesuap nasi. Sialnya, banyak orang yang menyanggupi menggelontoran uang bernominal sangat besar sebagai konsumen mereka. Oh... sungg...

Eksistensi VS Figuritas

 “Saat diamnya penjual es teh mampu menjatuhkan sosok pendakwah yang sombong. Maka di situlah Allah munculkan the power of netizen .” Video viral yang kini beredar mengenai penjual es teh menjadi sorotan tajam bagi netizen. Hal itu terjadi karena adanya perundungan verbal di ruang publik oleh sosok yang namanya tersematkan ‘Gus’. Situasi tersebut semakin memanas, saat video lainnya juga muncul dan menampilkan hal serupa di mana sosok yang bernama Miftah Maulana Habiburrohman, atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman melontarkan kata-kata yang kasar pada lawan bicaranya. Adab dulu baru ilmu adalah Al adabu Fauqol 'ilmi. Pepatah ini mengandung makna bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini kembali menjadi nasehat terbaik bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab mulutmu adalah harimaumu menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh siapa saja, bagi mereka yang tak mampu menahan diri berucap kasar dan m...

Kecil tapi Nyata

Kecil tapi Nyata.... Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini : Saya kelaparan ... dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya Saya tergusur ... dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya Saya ingin bekerja .... dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya Saya sakit ... dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri Saya telanjang, tidak punya pakaian ... dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat. Saya kesepian ... dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedingi...